58 Mahasiswi Stikes Batara Guru PKL

20151124_102823

LUTIM — Sebanyak 58 Mahasiswi Program Studi (Prodi) Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Batara Guru mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) Mereka disebar di Dua Desa yang ada di Kecamatan Wotu, Luwu Timur. Dua Desa itu, yakni Desa Lampenai, dan Desa Bawalipu.

Pembantu Ketua STIKES Batara Guru, Muh Irsan Arief, kepada INPUTSULSEL.com mengungkapkan bahwa PKL Mahasiswa Prodi Kebidanan ini akan berlangsung mulai 27 Mei hingga 11 Juni 2016. Mereka disebar di dua Desa, yakni Bawalipu dan Lampenai.

“Tujuan pelaksanaan program tersebut, guna mengaplikasikan ilmu dan keterampilan setiap mahasiswi yang telah mereka dapatkan dibangku kuliah,” ungkapnya.

Program ini juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, yang termasuk dalam salah satu Tri Dharma perguruan tinggi. Diharapkan melalui pelaksanaan program tersebut, para mahasiswi Sekolah Kesehatan terbaik di Tana Luwu itu dapat menambah wawasan dan pengalaman nyata mengenai kajian data kesehatan masyarakat khususnya mengenai kesehatan ibu dan anak.

“Kegiatan ini diharapkan, pada akhirnya mahasiswa mendapat pengalaman nyata tentang pengkajian data kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak. Dan masyarakat mendapat bantuan pemecahan masalah kesehatan yang ada,” papar Irsan.

Ia berharap kepada pemerintah setempat beserta masyarakat Desa Bawalipu dan Lampenai, agar dapat memberikan bimbingan dan bekerjasama dengan para mahasisi STIKES Batara Guru agar program yang dilaksanakan nantinya dapat berjalan dengan baik. Tentunya itu akan berefek pula kepada masyarakat setempat.

Untuk diketahui, STIKES Batara Guru merupakan Sekolah Kesehatan terbaik di Tana Luwu. Itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Riset dan Tekhnologi Pendidikan Tinggi (Meristek-Dikti tahun 2015, tentang peringkatan Perguruan Tinggi (PT)se-Indonesia.